Untuk Sahabat

Namaku HERCULES.
Slenge’an, begitu jawaban orang-orang ketika ditanya tentangku, namaku Irfan, Irfan Tedjo laksono, lengkapanya. Di SMU ku aku malah dipanggil cules, kependekan dari Hercules, karena memang perawakanku yang tinggi besar.

Disekolah aku termasuk murid golongan ketiga, yang artinya kasta paling bawah, alias paling gebleg, paling sering telat, paling sering kena panggil guru BP.

Kali ini kelasku kedatangan murid baru, pindahan dari Surabaya katanya, Elisa namanya, cantik, berkerudung, dan alim (kata teman-teman sih…) tapi menurutku biasa-biasa aja, nggak lebih dari cewek famous di sekolahku. Hari ini jatahnya pelajaran matematika, yah karena memang aku nggak hobi sama matematika, rencana escape disusun bareng gengku, sialnya saat kami bertiga sembunyi di kantin sekolah, eh lewatlah elisa, dan bisa ditebak dong…

berdiri di lapangan upacara sampe pulang..dan sejak saat itu mulai muncul rasa sebal ketika melihat elisa…..

BAPAK.
Satu tahun terlampaui, 2 tahun……,sekarang sudah kelas 3, tapi masih saja aku tak bisa merubah sikapku, sampai pada suatu saat…
“Irfan , kamu ke ruang BP sekaRang”
“ada apa pak, saya kan nggak telat”
“Sudah cepat sana” kata guruku..
Ada apa ini batinku, pasti ada yang gak beres….
“Sudah, duduklah tadi keluargamu telepon, mengabarkan bahwa……”guruku terdiam sejenak
“ada apa pak?”
“Bapakmu meninggal”
Deg, aku seperti tak percaya mendengar kabar ini…bayangan bapak melintas dipikiranku, aku tak percaya, padahal tadi malam bapak masih sempat menasehatiku..
“Le, kamu harus jadi orang pangkat, jangan seperti bapak yang hanya bisa macul sawahnya orang, nakalmu mbok ya dikurangi, nggak kasihan sama bapak sama ibu”
“nggih pak”
BAPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Dirumah ternyata semua sudah berkumpul dan jenazah bapak sudah siap diberangkatkan ke pemakaman, disudut ibu dan adik-adikku terisak sambil ditenangkan oleh tetangga-tetanggaku.
Aku masih belum pulang walaupun pusara bapak sudah selesai ditimbun , aku merasa bersalah kepada bapak..
“Pak, aku janji, aku penuhi janji bapak”

TUHAN TAU, TAPI MENUNGGU.

Besok adalah pengumumnan kelulusan , disaat itu pula kebimbangan menggelanyut dipikiranku, aku harus lanjutkan kemana?adik-adikku masih kecil,butuh uang, butuh makan , mengandalkan ibu jelas tidak mungkin
“wah kamu pinter juga les”
“weleh, cules ternyata maut juga”
“selamat ya fan “ elisa menyalamiku, perasaanku mulai berubah kepadanyaakhir-akhir ini, aku mulai suka padanya, tapi aku masih ragu mengatakannya.
“mau lanjut kemana fan?”tanyanya
“nggak tau nih”aku menjawab sekenanya karena memang aku gak mau memikirkannya lagi
“wes kamu ikut aku saja kerja jadi kernet”ajak lik warno yang seorang pengemudi bus AKAP, aku iyakan ajakan itu, adik-adikku masih butuh sekolah, ibu sudah sakit-sakittan jadi apa boleh buat Cuma aku sandaran keluarga.

Jalur Surabaya jogja jadi lahan kerjaku, berteriak-teriak menarik penumpang, membantu penumpak naik ataupun turun, sampai pada suatu saat aku membaca pengumuman taruna AAL, apakah aku bisa?

“ya sudah le. kalo itu memang jalan mu, djalani saja”kata ibuku
“lha terus ibu bagaimana “
“ibu kan bisa nyambi njahit”

SEMUANYA MENJADI TERANG

Pagi itudengan diiringi lambaian tangan ibuku dan adik-adikku yang rela datang jauh-jauh dari kotaku, nganjuk, aku langkahkan kakiku ke truk yang akan membawaku ke POSAL MALANG, tempat pantukhir pusat digelar, berat meninggalkan mereka , tapi ini semua demi mereka juga,
Saat malam tiba, saat itulah aku mengingat-ingat mereka, pesan ibuku, wajah-wajah lugu adik-adikku, senyum elisa,karena merekalah aku bisa bertahan sejauh ini.

“TIGA PULUH TIGA”

“SIAP”

alhamdullilah nomorku dipanggil, segera aku bergabung dengan teman-temanku yang nomornya dipanggil
.”Yang tadi nomornya disebut, naik ke truk 2, yang tidak disebut ke truk 1”

Aduh ada apa lagi ini, sebelumnya kami memang tidak di beri pengarahan akan dibawa kemana kami, yang ada hanya perintah untuk naik truk.
Truk satu dan truk dua masih saja berjalan beriringan , masih belum tau kami akan dibawa kemana, ternyata truk satu membelok ke arah stasiun malang, dan truk kami lurus ke arah Surabaya, alhamdulilah…..

Setelah satu minggu di Bumimoro, kami , 45 orang dikirim ke AKMIL magelang untuk sarmil.

“Hey, kamu, sini, pimpin barisan”

“SIAP”

Memasuki pintu gerbang AKMIL, kami disambut taruna-taruna senior, dengan snair-snair drum mereka, konon, yang raut ukanya paling menantang, dan paling bahagia, dialah yang di TO, oleh taruna-taruna seniaor, so pasang muka datar saja.

“Di depan kalian sudah ada perlengkapan, ganti baju kalian dengan apa yang ada di depan kalian, sekarang”!

“SIAP”

Sebulan, dua bulan merupakan masa transisi yang sulit bagi kami, dari sipil ke militer, sebuah transisi yang berat, bagi yang tidak kuat ya pulang.
makan dalam hitungan menit, setelah itu disuruh mengukur lapangan , sudah jadi aktivitas rutin. Ibaratnya sekarang kami tidak bisa dibedakan antara depan dan belakang…. 

bukan sekali dua kali aku berpikir untuk mengundurkan diri saja, tapi setiap kali pikiran itu nuncul pesan bapak selalu terngiang di kupingku…..

Satu tahun berlalu, dan tibalah saat wisuda jurit , saat yang paling dinantikan oleh semua capratar-capratar seperti kami ini, bertemu keluarga, yang suah setahun ditinggalkan, khusu buatku sendiiri adalah bertemu ibu dan adik-adikku..

Setelah apel, para taruan di ijinkan bertemu dengan keluarga mereka, meluapkan rindu, menitipkan sedikit rasa bangga untuk dibawa ke kampung halaman.,salam rindu buat kasih tercinta yang lama ditinggalkan. Tapi ibu masih belum tampak….

WaKtu yang diberikan sudah habis, iu tidak datang, tak apalah, mungkin salah satu adik ku sakit, sehingga ibu tidak bisa pergi, aku menitipkan surat yang memang sudah kupersiapkan sedari malam kepada keluarga temanku yang satu kota denganku.

MASIH TERLALU JAUH.

Kopral kadet, dengan sevron roket pisang, jadi penunggu setia mess ketika masa pesiar, setahun pertama di bumimoro tak berbeda dengan 6 bulan pertama di magelang.walaupun koleksi baju kami bertambah (nggak Cuma PDL)hehehhehehhe..

Bangun jam 4 pagi dengan siulan maut peluit TARPAGA, lari pagi yang lebih mirip ngejar maling karena cepet banget, pendinginan yang hanya istilah saja , prakteknya malah disuruh ngukur lapangan aru, dianjut dengan makan pagi sekaligus pelajaran berhafal,baru berangkat ke kampus, denagn mata 5 watt berusaha menelan apa yang dititahkan dosen, dari 100% yang masuk kuping kiri , hanya 30%yang nyantol di otak, sisanya maju jalan lewat kuping kanan.

setelah satu tahun jadi kopral, akhirnya naik tingkat ke sersan, besok sabtu, artinya, waktu pesiar datang juga, kalao yang gak dapat IB, ya piket…..
Baju disetrika, klimis, sepatu disemir, mata sabuk dibrasso, dan kaleng-kaleng harpa dibrasso juga. siap.

“Ibu , aku pulang”sedikit mengulum senyum ketika bis akademi mulai meninggalkan gerbang bumimoro , mengantarkan kami ke LZ masing-masing.

Malam sudah larut ketika kuinjakkan kaki di ujung jalan ke rumahku, 

“bu, mas irfan pulang”adikku ternyata yang membukakakn pintu

“Oalah le”ibu hanya merangkulku sambil terisak

“mas-mas, mana oleh-oleh e?”Tanya adikku

“iya nanti mas belikan di pasar”

Sehari rasanya tidak cukup menggantikan 2 tahunwaktuku yang hanya disambungkan lewat surat, tapi inilah kehidupanku sekarang.

Setahun berlalu, sekarang akau tingkat 3, sersan mayor kadet, punya dua adik tingkat, sering anjangsana keluar akademi, sering jalan-jalan (karena main band), tapi tanggung jawab makin besar. Pesiar kali ini aku memilih ikut temanku ke rumahnya , dia asli Surabaya.

“Fan, mau gak ikut ke rumah temenku”?

“Ngapain yog?”

“Ah, biasalah”

“Ya sudah ., ayo”

Jam 7 malam kami sudah siap, berpakaian PDPM (pakaian dinas pesiar malam), lengkap dengan pedang pendeknya,kami meluncur ke rumah temennya yoga, tidak jauh sih, masih satu kawasan.
“Mari masuk nak yoga”
“terimakasih pak”
“itu siapa nak yoga?”Tanya empunya rumah
“Oh, ini, perkenalkan ini Irfan dari nganjuk”

Sialnya, aku jadi obat nyamuk disini, yoga ternyata mengajak ke rumah camernya yang dia bilang , teman…tadi..

“Nak, Irfan,asli nganjuk yah”?
“Iya pak”
“Oh anak saya dulu pernah sekolah di nganjuk loh, saya kan dulu kerja di pegadaian nganjuk”
“Di SMA mana pak?llulusan tahun berapa?
“Di SMA 1, lulusan tahun 2008”
“Wah seangkatan dengan saya itu pak. kelas apa dulu?”

Belum sempat Pak Handoyo menjawab, keluarlah seorang cewek berjilbab yang dulu bahkan sampai sekarang aku masih menaruh hati padanya., Elisa.
“nah ini anaknya”kata camernya yoga
“”dia tinggal disini sekarang”
“Irfan”
“Elisa”

Pandangan kami saling bertumbukan, beberpa detik, memori lama kembali melintas, apakah ini takdir tuhan?

UNTUK TEMAN , APA YANG TIDAK.

Aku sengaja tidak menceritakan semua kenanganku pada yoga, yoga memangsahabtaku, bisa dibilang saudara, sejak pantukhir di malang sampai sekrang tk 3 kami selalu satu kamar, oarng tuanya kuanggap orang tuaku juga. Yoga bercerita padaku bahwa memang dia dijodohkan dengan elisa oleh orang tuanya, kedua oorang tua mereka sahabat kental.

“Kapan kau mau melamarnya yog?”

“mungkin setelah lulus fan, hanya untuk mengikat saja”

Setelah lulus dan praspa, ku memutuskan untuk ikut seleksi penerbal, yoga juga begitu,dia ikutb seleksi juga, setelah tes yang melelahkan kami berdua akhirnya ditarima

“eh katanya kau mau melamar elisa yog?”

“iya, sabtu depan fan, kau datang ya, bawa juga calon nyonya irfan yak” hehheheheh

“hehehhehe, apa yang tidak buat saudaraku”

walaupun begitu, hati gak bisa bohong, aku masih ada rasa buat elisa, tak apalah, demi seorang kawan, asalkan dia bahagia. Keluargaku datang juga, dirumah yang dulu setiap pesiar aku dan yoga datangi dengan motif berbeda, yoga memantapkan hati camernya, aku yang hanya ingin menatap senyum elisa…kini resmilah yoga melamar elisa.

Aku dan yoga dilantik sebagai pilot helicopter, helicopter terbaru AL , Mi-35P, tempur serang, yang baru didatangkan dari negeri beruang merah setelah proses yang begitu panjang, menjadi “batangan” kami….

“Irfan “pittbull” tedjo laksono”
“Yoga “jack eye” kertiyasa”

Satuan heli ini ditempatkan di KRI KUPANG, sebuah kapal induk heli sekelas dengan DOKDO CLASS, yang diimproved sendiri oleh PT PAL.

Pagi itu, saat ufuk baru sebagian memerah, kami sudah berada di samping heli masing-masing, misi kami mengawal pasukan infanteri darat untuk penyarangan ke kamp latihan OPM yang di backing oleh US.

“ini misi gila let, “sahut gunman ku, serma teguh”

“sudahlah, kita jalani saja”sahutku

“kalian semua yang mendapat kepercayaan tugas ini, harap dilaksanakan sebaik mungkin, saya tahu ini misi gila, tapi kita hanya prajurit, apa yang diperintahkan oleh pimpinan kita laksanakan..bisa diMENGERTI?” mayor teddy sebagai komandan skuadron memberikan salam terakhir.

“SIAP”

Sesaat sebelum berangkat aku menitipkan sepucuk surat kepda yoga..

“Yog jangan kau buka surat ini sebelum kau mendarat kembali dan aku tidak pulang”

“Ah jangan bercandau kau fan, kita pasti selamat”

DOES TRUE LOVE EVER EXIST?

Deru mesin heli kami mulai riuh bersahutan dengan 3 heli lain .Airman mulai memberikan tanda bahwa kami harus segera lepas landas.

0700.memasuki titik serang.

kami asik melakuakn covering kepada tim darat, beberapa SAM site berhasil dihancurkan…tanpa disadari muncul “lebah-lebah” US, ya mereka dipiloti oleh deserter US army yang membelot ke OPM, kami membagi peran aku dan yoga mengalihkan 2 lebah us iti sedangkan yang lainnya tetap covering pasukan darat

“Lets rock and roll”teriak yoga sambil membelokkan helinya

“Sisakan buatku yog”jawabku di radio panggil

Yoga rupanya kewalahan dengan lebah satu ini, manuvernya kelihatan tidak wajar

“Mayday-mayday, aku kehabisan munisi”

“OK, let me do that”

“Yog, kau pulang lah, selesaikan tugasmu”

“Ok sampai jumpa hari minggu yah”

Serangan gatling gun merontokkan ekorku, setelah sebelumnya aku sempat menswitch tombol merah di stick ku tanda aku mengirimkan sebuah misil ke lebah US keparat itu…

Kita hancur bersama….

Setelah landing di KRI KUPANG, yoga tetap menunggu di deck, menungguku pulang….dari 5 heli yang dikirim, 2 tidak pernah kembali, yoga hanya bisa tertegun ketika no heliku yang disebut.

kawan.
Selama ini aku merahasiakan cerita ini kepadamu, menyimpannya sendiri hanya untuk diriku, sebenarnya aku sudah menaruh hati kepada elisa sejak SMA dulu, sejak kematian ayahku, dia menjadi sahabat yang mengerti aku, selama ini cintaku hanya bersembunyi dibalik topeng persahabatan.
saat kau ajak aku menemuinya tempo waktu, aku sadar aku tak bisa memilikinya lagi. Cukuplah buat kau saja kawan, kau sudah kuanggap saudaraku, masih ingatkah kau ketika kita cari kerang hijau di pinggir boezem dengan alasan lari-lari, memasak mie rebus di toilet mess…hahahahhhahhahah….
Jadi tak ada bedanya kawan, kau bahagia, aku juga bahagia.
Maaf kawan, aku tak bisa hadir di pernikahanmu, jaga dia baik-baik kawan.sampaikan salam hormatku padanya,dan juga pada orang tuaku, bilang pada ibuku, aku sudah menepati janjiku pada bapakku.
salam hangat kawan dari dalam kokpit.Irfan.

Terkadang bahagia teman kita bukan bahagia sesungguhnya, tp mungkin justru kesedihan yang di sembunyikan hanya untuk melihat kita bahagia…

Sumber 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: