Beranda > Sebuah Cerita > Pesan Seorang POLISI Kepada Keluarganya

Pesan Seorang POLISI Kepada Keluarganya

Pesan Seorang POLISI Kepada Keluarganya

Istriku, juleha!
Anakku, minah dan sarip
Pagi buta ini, bapak berangkat kembali
Seperti hari sebelumnya
Dengan gas air mata dan bedil serta ransel terisi alakadarnya
Siap jalankan tugas 

Bapak berharap kalian mesti tetap berdoa
Agar bapak tak kena lemparan batu dan celaka.
Yang penting dari itu,..
Bapak tidak beringas dan tidak khilaf menyalakan senjata dan
Menyemburkan gas air mata
Buat meredam aksi mahasiswa.

Untuk kalian semua (istri dan anak-anakku)
Perlu camkan dan ketahui,..
Mereka (mahasiswa) bukan perampok
Apalagi koruptor
Mereka penerus dan pewaris bangsa
Malah bukan mustahil calon pemimpin bangsa kita sendiri
Indonesia!

Juleha, istriku yang sabar!
Berdoalah dengan khusuk’
Biar negeri kita kembali aman,
Bapak tidak melulu siaga siang malam, bergadang dan terpanggang matahari.
Itu saja sudah cukup!
Jangan sekali-kali doamu ditambahi
Semoga para pemimpin sehat, tabah dan selamat
Itu cuma klise
Omongan para pejabat penjilat
Yang tidak bermartabat
Yang hanya bisa memberi semangat
Berupa janji remunerasi atau kenaikan pangkat

Sarip, kalau bapak bertugas
Kamu jangan suka menangis
Apalagi merengek pada ibumu
Minta jajan atau mainan
Karena gaji bapak sudah habis beli susu.

Minah, kamu harus bantu ibumu
Menentramkan adikmu yang kecil
Sekolahlah dengan jujur dan rajin
Jika kelak dewasa nanti
Jangan kau pilih polisi sebagai suamimu
Disamping gajinya kecil
Mereka adalah aparat yang selalu dikorbankan dan disalahkan
Karena kepentingan suatu golongan yang berimbas tidak menentunya keadaan.
Cukuplah bapak sendiri yang polisi dalam keluarga ini
Itupun karena cita-cita idealisme yang muluk
Yang ingin diri ini menjadi berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara

(setelah berpesan, polisi itu mencium kedua anaknya dan memeluk istrinya.
Sementara di pintu gerbang kesatriannya,
Telah ditunggu teman-teman Bhayangkara-nya)

Hati-hati, Pak!

(Istrinya berpesan penuh kasih.

Sambil diiringi keluarganya
Polisi ini melompat naik keatas motor butut temannya
Tidak lupa dengan helm di kepala)

Sumber

 

Kategori:Sebuah Cerita
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: